Penyebabnya, menurut Gobel adalah pengusaha di masing-masing negara tidak mengetahui pasar di negara lainnya. Misalnya Indonesia, banyak pengusaha yang tidak tahu soal kondisi pasar di Afrika.
"Indonesia nggak terlalu terbuka soal potensi pasar Afrika. Nggak tahu banyak soal Afrika," ungkapnya di Jakarta Convention Center (JCC) dalam rangkain acara peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA), Jakarta, Selasa (21/4/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peluang untuk perdagangan itu tidak terbatas," sebutnya.
Sekarang, telah adanya pertemuan pengusaha negara Asia Afrika. Menurutnya, hal tersebut bisa mendorong saling bertukar informasi serta merealisasikan kerjasama yang lebih konkret.
"Di sini, kita harus susun kerjasama ekonomi memperkuat Asia Afrika. Hambatan utama katanya jarak, tapi itu bukan lagi argumen yang serius. Tiongkok negara Asia yang paling banyak ke Afika, dalam hal perdagangan. Asia harus menyadari Afrika itu sebenarnya dekat," paparnya.
(mkl/hen)











































