Selain Indonesia, pertemuan ini dihadiri oleh Timor Leste, Malaysia, Maroko, Afrika Selatan, dan lainnya. Indroyono Soesilo, Menko Kemaritiman, memberikan sambutan dalam pertemuan di Jakarta Convention Center, Selasa (21/4/2015).
"Laut adalah elemen yang sangat penting dalam kehidupan kita. Sekitar 90% perdagangan internasional masih melalui laut. Tidak hanya itu, laut juga menyediakan sumber pangan dan energi dunia," jelas Indroyono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Indroyono, laut juga dirusak oleh aktivitas penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab seperti penggunaan jaring pukat, racun, atau bom.
"Perkembangan industri migas juga berdampak pada ekosistem laut. Kebocoran minyak di tengah laut bisa merusak populasi ikan dan keberagaman hayati," kata Indroyono.
Oleh karena itu, Indroyono mengajak komunitas internasional untuk membangun sektor perikanan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Caranya adalah mengurangi pencemaran laut, melarang penggunaan racun dan bom ikan, serta memberantas pencurian ikan alias illegal fishing.
"Tujuannya adalah mengembalikan populasi laut di tingkat tertentu agar kita semua bisa menikmati manfaatnya dalam jangka panjang," ujar Indroyono.
(hds/hen)











































