"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan 81.000 km garis pantai, kami menyadari bahwa laut dan samudera adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan Indonesia," papar Indroyono di Jakarta Convention Center, Selasa (21/4/2015).
Indryono memberi paparan di pertemuan negara-negara Small Island Developing States (SIDS), anggota Indian Ocean Rim Association (IORA), dan negara-negara kepulauan. Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap tahunnya, hampir 100.000 kapal melintasi Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia telah meluncurkan 5 pilar dasar kemaritiman yaitu budaya, ekonomi, infrastruktur, keamanan, dan diplomasi," kata Indroyono.
Di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tambah Indroyono, juga dibentuk Kementerian Koordinator Kemaritiman. Strategi kebijakan maritim Indonesia adalah menjalin kerja sama dan dialog dengan berbagai negara untuk mencapai kepentingan bersama, yaitu pembangunan maritim yang berkelanjutan.
Indonesia, menurut Indroyono, juga sudah berpartisipasi dalam forum kemaritiman internasional. Misalnya World Ocean Summit 2015, Blue Week 2015, dan sebagainya.
(hds/hen)











































