Pencurian Ikan di Papua Masih Marak, Menteri Susi Merasa Ditampar Keras

Pencurian Ikan di Papua Masih Marak, Menteri Susi Merasa Ditampar Keras

- detikFinance
Selasa, 21 Apr 2015 16:52 WIB
Pencurian Ikan di Papua Masih Marak, Menteri Susi Merasa Ditampar Keras
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengakui pencurian ikan di perairan Papua masih marak yang ditandai terangnya laut dengan kapal-kapal pencuri ikan di malam hari. Kondisi ini membuat dirinya merasa seperti ditampar.

Beberapa warga Wanam, Kabupaten Merauke, Papua sempat datang ke kantornya. Pertemuan itu dilakukan kemarin, Senin (20/04/2015) di ruang kerjanya Gedung Mina Bahari I, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta.

Salah satu kepala suku di Wanam Papua menyampaikan rasa kagumnya pada kehidupan malam di Jakarta. Malam hari, lampu-lampu menerangi di setiap jalan pusat kota Jakarta. Namun ternyata, lampu di laut Wanam yang dipancarkan kapal-kapal eks asing pencuri ikan justru lebih terang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya bertemu orang Wanam. Kita kedatangan orang dari salah satu desa di Papua atau dari (Pulau) Yos Sudarso yang sedang kita tertibkan dari praktik illegal fishing PMA (Penanaman Modal Asing). Kepala sukunya datang tadi malam dan bercerita, melihat banyaknya lampu di Jakarta. Lampu di Jakarta sangat terang, tetapi lampu di laut Wanam lebih terang daripada di Jakarta," kata Susi saat ditemui di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (21/04/2015).

Cerita dari sang kepala suku tersebut direspons oleh Menteri Susi. Susi mengaku kaget sekaligus tidak percaya praktik illegal fishing di Laut Wanam begitu marak dilakukan saat malam hari.

"Itu seperti tamparan keras kita, kapal yang mereka maksud adalah kapal asing yang terapung di desa mereka. Ini fakta yang terjadi. Kita selama ini membiarkan dan melakukan pembiaran," kata Susi dengan nada tinggi.

Dengan kejadian seperti ini, menambah keyakinan Susi untuk memberantas habis praktik illegal fishing di timur Indonesia. Susi mengaku tidak takut diancam oleh pihak manapun meski praktik illegal fishing dilakukan oleh 'orang besar'.

"Kita berharap dan saya kembali mengingatkan kebebasan di sini kita harus menunjukan kemandirian bukti kita bebas, tidak takut diintimidasi, tidak takut diancam dan konsekuensi demi kedalautan ekonomi bangsa dan kebenaran," tegas Susi.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads