Beberapa warga Wanam, Kabupaten Merauke, Papua sempat datang ke kantornya. Pertemuan itu dilakukan kemarin, Senin (20/04/2015) di ruang kerjanya Gedung Mina Bahari I, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta.
Salah satu kepala suku di Wanam Papua menyampaikan rasa kagumnya pada kehidupan malam di Jakarta. Malam hari, lampu-lampu menerangi di setiap jalan pusat kota Jakarta. Namun ternyata, lampu di laut Wanam yang dipancarkan kapal-kapal eks asing pencuri ikan justru lebih terang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cerita dari sang kepala suku tersebut direspons oleh Menteri Susi. Susi mengaku kaget sekaligus tidak percaya praktik illegal fishing di Laut Wanam begitu marak dilakukan saat malam hari.
"Itu seperti tamparan keras kita, kapal yang mereka maksud adalah kapal asing yang terapung di desa mereka. Ini fakta yang terjadi. Kita selama ini membiarkan dan melakukan pembiaran," kata Susi dengan nada tinggi.
Dengan kejadian seperti ini, menambah keyakinan Susi untuk memberantas habis praktik illegal fishing di timur Indonesia. Susi mengaku tidak takut diancam oleh pihak manapun meski praktik illegal fishing dilakukan oleh 'orang besar'.
"Kita berharap dan saya kembali mengingatkan kebebasan di sini kita harus menunjukan kemandirian bukti kita bebas, tidak takut diintimidasi, tidak takut diancam dan konsekuensi demi kedalautan ekonomi bangsa dan kebenaran," tegas Susi.
(wij/hen)











































