Lahan yang dibebaskan KAI sepanjang 12,1 km dengan luas mencapai 32 hektar dan melewati 5 kecamatan. Ada cerita unik yang dilakukan BUMN transportasi ini agar warga bersedia merelakan lahannya dipakai dan dilewati jalur kereta.
Salah satunya adalah memberi tawaran pekerjaan di KAI untuk anggota keluarga yang lahannya bersedia dijual untuk proyek KA Bandara. Cara ampuh ini pertama kali dilontarkan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat masih menjabat sebagai Direktur Utama KAI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara lain yang ditawarkan PT KAI agar warga bersedia lahannya dipakai ialah membuat prasasti khusus. KAI akan membuat nama-nama keluarga atau
ahli waris yang tanahnya terkena proyek KA Bandara. Tujuannya ialah memberi penghargaan kepada warga karena bersedia mendukung pembangunan transportasi KA Bandara pertama di Pulau Jawa tersebut.
"Kita juga akan berikan rasa ucapan terima kasih di stasiun KA bandara," ujarnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Perusahaan KAI Sugeng Priyono menjelaskan, pihaknya juga melakukan cara-cara pendekatan informal yang intensif kepada warga dan masyarakat yang dilewati KA Bandara. KAI kerap mengajak bicara warga supaya mengetahui manfaat dan tujuan proyek.
"Diancam nggak. Kita sebatas sosialisasi. Mendekati non formal nggak ditakut-takuti," kata Sugeng.
Pendekatan dilakukan langsung kepada individu-individu yang memiliki lahan. Alasannya, warga kadang diprovokasi oleh oknum-oknum tertentu agar tidak bersedia melepas lahan atau bahkan meminta menjual lahan dengan harga di atas nilai kewajaran.
"Yang penting pemiliknya mengerti kalau sudah campur banyak orang justru repot sehingga bagaimana memberi penjelasan agar pemilik mengerti," sebut Sugeng.
Proses pembebasan lahan yang dimulai sekitar tahun 2012 baru tuntas di 2015, lahan yang dibebaskan ialah 12,1 km dari Stasiun Batuceper-Bandara sebagai jalur baru atau tambahan dari jalur yang ada. Total panjang KA Bandara Soetta yang membentang dari Stasiun Manggarai-Bandara Soetta mencapai 36,3 km.
Proses pembangunan KA Bandara direncanakan dimulai pada bulan Juli 2015. KA yang memakai tenaga listrik tersebut ditargetkan bisa beroperasi akhir 2016.
(feb/hen)











































