"Pandangan yang mengatakan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya bisa diselesaikan oleh Bank Dunia, IMF (Dana Moneter Internasional), dan ADB (Bank Pembangunan Asia) adalah pandangan usang yang perlu dibuang," tegas Jokowi di Jakarta Convention Center, Rabu (22/4/2015).
Jokowi menilai negara-negara berkembang, terutama di kawasan Asia dan Afrika, harus membangun kekuatan ekonomi baru. Dengan begitu, dominasi negara-negara kaya atas negara miskin dan berkembang bisa dikikis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, utang Indonesia kepada Bank Dunia sampai 2014 tercatat sebesar Rp 9,22 triliun. Jumlah utang Indonesia ke institusi tempat mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bekerja ini cenderung menurun setiap tahunnya.
Pada 2010, utang Indonesia ke Bank Dunia masih Rp 15,34 triliun. Kemudian turun menjadi Rp 10,76 triliun pada 2011, Rp 8,62 triliun pada 2012, tetapi sempat naik menjadi Rp 9,6 triliun pada 2013.
Sementara pada 2015 sampai Maret, belum ada realisasi penarikan utang ke Bank Dunia.
Lalu ke ADB, sampai tahun lalu jumlah utang Indonesia adalah Rp 4,86 triliun. Berikut perkembangan utang Indonesia kepada ADB sejak 2010:
- 2010: Rp 6,39 triliun.
- 2011: Rp 3,63 triliun.
- 2012: Rp 5,81 triliun.
- 2013: Rp 4,9 triliun.
- 2014: Rp 4,86 triliun.











































