"Membahas kerja sama bilateral terkait dengan upaya kita mendorong produk (perkebunan) seperti kelapa sawit, kopi, dan teh. Mereka sepakat untuk mengaktifkan kembali join commission yang selama ini telah ada untuk meningkatkan hubungan bilateral," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arranatha Nasir di sela-sela peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika di Jakarta Convention Center, Kamis (23/4/2015).
Pria yang biasa dipanggil Tata ini juga mengatakan, kedua negara akan meningkatkan hubungan di sektor perdagangan. Pasalnya, perdagangan di Negeri Persia itu tidak jarang terkendala lantaran adanya embargo dari Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka akan bahas bagaimana mereka bisa atasi hal itu," tambah Tata.
Dalam pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu juga dibahas mengenai bahaya radikalisme. Indonesia dan Iran sepakat akan menjalin kerja sama untuk menangkal berkembangnya paham-paham radikalisme.
"Tadi disepakati upaya kerja sama untuk berantas radikalisme," ujarnya.
(aws/hds)










































