APBD Terlambat Cair, Ini Cara Ridwan Kamil Sukseskan KAA Dengan Dana Seadanya

Peringatan 60 Tahun KAA

APBD Terlambat Cair, Ini Cara Ridwan Kamil Sukseskan KAA Dengan Dana Seadanya

- detikFinance
Jumat, 24 Apr 2015 16:16 WIB
APBD Terlambat Cair, Ini Cara Ridwan Kamil Sukseskan KAA Dengan Dana Seadanya
Bandung - Rangkaian peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 telah berakhir. Peringatan ini ditutup dengan historical walk oleh kepala negara di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, dan berlanjut penandatanganan prasasti.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku, secara umum acara dapat berjalan sesuai dengan rencana. Acara inti maupun kegiatan lain yang merupakan bagian dari peringatan KAA berjalan lancar. Meski persiapan diawali dengan berbagai persoalan.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil menuturkan, persiapan KAA hanya dilakukan selama 6 minggu. Ini karena penugasan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru disampaikan pada akhir Februari 2015

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prosesnya cuma 6 minggu untuk mempersiapkan ini," ungkap Emil di kawasan Asia Afrika, Bandung, Jumat (24/4/2015)

Sementara itu, untuk menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tetap harus menggunakan prosedur normal, karena menjaga kehati-hatian. Usai peringatan KAA berlangsung, ada beberapa pembayaran yang terlambat untuk dilunasi.

"Jadi kalau sampai detik terakhir ini kita masih ada utang, karena anggarannya belum cair," jelasnya.

Solusi yang diambil oleh Emil adalah dengan memanfaatkan masyarakat. Ada beberapa pengusaha lokal yang justru ikut serta dalam penyediaan barang. Barang yang disediakan seperti kursi, aspal, hingga dekorasi.

"Kursi ini kan perusahaan reklame, batu dari jemaat gereja, aspal dari pengusaha hiburan malam, dan grafis-grafis ini dari anak-anak seni di Bandung. Jadi mereka diajak gabung untuk mensukseskan acara," papar Emil.

Bahkan dalam hitungan kasar, porsi dana langsung dari masyarakat justru lebih besar dibandingkan APBD sendiri. Untuk itu, peringatan KAA yang berlangsung di Bandung bisa berjalan sukses.

"Intinya 60% dari acara itu hasil gotong royong oleh masyarakat," imbuhnya.

Emil enggan mengungkapkan nominal anggaran yang sudah dihabiskan, maupun yang masih terhitung utang. Karena menurutnya perlu dihitung ulang kembali, dan akan dilaporkan kepada publik setelah dilakukannya audit.

"Adalah rahasia," tukasnya.

(mkl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads