Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku, secara umum acara dapat berjalan sesuai dengan rencana. Acara inti maupun kegiatan lain yang merupakan bagian dari peringatan KAA berjalan lancar. Meski persiapan diawali dengan berbagai persoalan.
Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil menuturkan, persiapan KAA hanya dilakukan selama 6 minggu. Ini karena penugasan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru disampaikan pada akhir Februari 2015
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, untuk menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tetap harus menggunakan prosedur normal, karena menjaga kehati-hatian. Usai peringatan KAA berlangsung, ada beberapa pembayaran yang terlambat untuk dilunasi.
"Jadi kalau sampai detik terakhir ini kita masih ada utang, karena anggarannya belum cair," jelasnya.
Solusi yang diambil oleh Emil adalah dengan memanfaatkan masyarakat. Ada beberapa pengusaha lokal yang justru ikut serta dalam penyediaan barang. Barang yang disediakan seperti kursi, aspal, hingga dekorasi.
"Kursi ini kan perusahaan reklame, batu dari jemaat gereja, aspal dari pengusaha hiburan malam, dan grafis-grafis ini dari anak-anak seni di Bandung. Jadi mereka diajak gabung untuk mensukseskan acara," papar Emil.
Bahkan dalam hitungan kasar, porsi dana langsung dari masyarakat justru lebih besar dibandingkan APBD sendiri. Untuk itu, peringatan KAA yang berlangsung di Bandung bisa berjalan sukses.
"Intinya 60% dari acara itu hasil gotong royong oleh masyarakat," imbuhnya.
Emil enggan mengungkapkan nominal anggaran yang sudah dihabiskan, maupun yang masih terhitung utang. Karena menurutnya perlu dihitung ulang kembali, dan akan dilaporkan kepada publik setelah dilakukannya audit.
"Adalah rahasia," tukasnya.
(mkl/dnl)










































