Bulog: Stok Beras 2005 Kritis

Bulog: Stok Beras 2005 Kritis

- detikFinance
Senin, 14 Feb 2005 12:48 WIB
Jakarta - Dirut Perum Bulog Widjarnako Puspoyo menilai stok beras 2005 cukup kritis karena akan terjadi musim kering. Pengadaan beras dalam negeri hanya 2,25 juta ton."Tahun 2005, pengadaan beras dalam negeri 2,25 juta ton. Kita akan beli dari petani dalam negeri. Kemungkinan paruh kedua Indonesia akan kekeringan, kita harus antisipasi. Kalau kita bisa berpaling ke luar negeri belum tentu karena harga di luar negeri sudah naik," ungkap Widjarnako Puspoyo usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (14/2/2005). Bahkan, kata dia, Thailand, Laos dan Kamboja sudah meminta petani untuk tidak menanam tanaman yang mengandung air. Bagaimana antisipasi Bulog? "Kita harus lihat dari produksi beras dunia. Sekarang sudah defisit karena produk seluruh dunia lebih kecil daripada konsumsi dunia. Jadi harganya sekarang sudah mencapai US$ 300 per matrik ton. Itu angka yang sangat berat untuk kita," ujarnya.Selain itu, lanjutnya, wapres akan rapat lagi dengan beberapa menteri khususnya tentang beras. Namun waktunya, belum ditentukan.Ketika ditanya mengenai permintaan dari Pemda atau DPR agar Bulog melakukan pembelian 10 persen dari produksi nasional. Puspoyo mengaku keberatan. "Ini sangat memberatkan Bulog, wapres akan memberi petunjuk tentang outlet kebijakan," kata dia.Namun demikian, Puspoyo menegaskan belum ada kenaikan harga beras. "Harga yang ditetapkan pemerintah Rp 2.790 per kilogram, harga yang selama ini terjadi kualitas mediumnya berada di bawah Rp 2.600 per kilogram. Kalau harganya Rp 2.700 itu belum naik, kalau naik harganya Rp 2.900 sampai Rp 3.000 per kilogramnya biarlah petani menikmati harga yang tinggi. Toh masih dalam harga yang wajar," demikian Puspoyo. (asy/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads