Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Heriyanto Agung Putra, lebih memilih menggunakan KRL Commuter Line Jabodetabek hingga Bus Trans Jakarta, daripada fasilitas mobil dinas ketika berangkat kerja.
Alasan Heriyanto menggunakan KRL karena moda transportasi ini memiliki kecepatan dan kepastian waktu untuk mencapai jantung kota Jakarta. Ia sendiri berangkat dari Stasiun Rawa Buntu, di area SCBD, Serpong Tangerang Selatan menuju Stasiun Pal Merah ataupun Stasiun Tanah Abang.
"Aspek waktu lebih terjaga dan cepat," kata Heriyanto kepada detikFinance Senin (27/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia sendiri sudah aktif menggunakan kereta untuk berangkat bekerja sejak 2000-an.
Selain cepat, Heriyanto mengaku moda transportasi KRL Commuter Jabodetabek kini terbilang nyaman dan aman. Stasiun dan kereta menurutnya sangat bersih serta telah bebas pedagang asongan.
"KRL sekarang juga sudah sangat nyaman dan aman. Kalau di stasiun sekarang bersih dan ada fasilitas ATM terus ada fasilitas e-ticketing," ujarnya.
Meski demikian, Heriyanto mengakui ada yang perlu ditingkatkan dari layanan transportasi publik. Jarak atau headway antar kereta agar dipercepat. Kemudian konektivitas antar moda yang perlu diperhatikan. Selama ini turun dari halte busway ataupun stasiun KRL, masalah angkutan pendukung memang belum tersedia dengan fasilitas dan layanan yang baik.
"Selain diperbaiki akses antar moda. Kemudian makin banyak jam operasional kereta atau head way. Kalau itu sudah bagus, orang akan pindah publik transport," ujarnya.
Apakah Anda sebagai pengguna angkutan umum, seperti KRL atau Bus menuju lokasi kerja? Anda bisa berbagi pengalaman menarik menggunakan moda transportasi publik di Jabodetabek atau negara lain ke redaksi@detikfinance.com
(feb/rrd)











































