"Waktu di Tokyo saya ajukan pidato soal topik ini (lingkungan). Dalam tanya jawab mereka katakan, tolong Indonesia rawatlah hutan Anda," jelas JK saat membuka seminar bertajuk 'Tropical Landscape Summit: A Global Investment Opportunity' di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (27/4/2015).
Menjawab pertanyaan ini, JK mengatakan, hutan di Indonesia rusak dan hancur bukan karena orang Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum sampai di situ, JK mengatakan, perusahaan asal Jepang juga datang membawa peralatan untuk menghancurkan hutan-hutan dengan lebih parah.
"Kemudian baru disusul oleh Korea juga datang," imbuh JK.
Dulu saat penghancuran hutan berlangsung, harga kayu dari pembabatan tersebut hanya US$ 5 per kubik.
"Dan kalian sekarang mengatakan kami harus merawat hutan kami? Anda terima manfaatnya. bangku dan jendela di negara Anda berasal dari negara saya. Maka Anda harus bayar kembali dengan komitmen dan tanggung jawab," tegas JK.
(dnl/hen)










































