"Uni Eropa adalah negara yang paling banyak dilamar oleh pihak manapun. Itu pesan yang disampaikan pak menteri," ungkap Direktur Kerjasama Bilateral, Direktorat Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI), Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syamsul Siregar saat ditemui di kantor Kemendag, Jalan Ridwan Rais Jakarta, Senin (28/04/2015).
Ketiga negara tersebut, Gobel akan memimpin langsung misi dagang dan kegiatan penetrasi dagang seperti diplomasi, promosi, dan investasi perdagangan. Salah satu tujuannya adalah mengejar target ekspor sebesar US$ 458,8 miliar dalam 5 tahun ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di dalam forum bisnis nanti kita akan tawarkan banyak hal kepada investor di Uni Eropa. Lalu kita akan membicarakan kebijakan apa saja yang bisa mendorong investor Uni Eropa datang ke Indonesia. Dari total kemitraan investasi, peranan Uni Eropa sebesar 13,7% atau investasi selama 2010-2014 mencapai US$ 750 miliar," tuturnya.
Selain itu, dalam kunjungan kali ini ke Uni Eropa, Gobel ingin menjelaskan secara khusus terkait produk sawit yang kerap dihantam kampanye hitam (black campaign) di Eropa. Gobel memastikan ekspor produk sawit termasuk CPO di dalamnya ke Uni Eropa dilakukan secara berkelanjutan (sustainable) dan memperhatikan unsur-unsur lingkungan.
Gobel akan langsung bertemu dengan petinggi masing-masing negara seperti dengan menteri perdagangan dan para menteri yang membidangi ekonomi dan perdagangan di Denmark, Italia dan Polandia serta forum bisnis, business matching dan one-on-one business meeting.
Khusus di Denmark, Gobel akan bertemu dengan Menteri Perdagangan dan Pengembangan Perusahaan Mogens Jensen. Di Denmark, Gobel menargetkan ekspor naik signifikan hingga mencapai US$ 681,8 juta pada tahun 2019.
"Kita ingin Uni Eropa mengerti, CPO kita banyak dihambatan dan ini yang akan dibicarakan pak menteri," jelasnya.
(wij/hen)











































