Kedatangan para menteri tersebut untuk menghadiri seminar membahas rencana Indonesia sebagai poros maritim dunia dalam perspektif tata ruang laut Indonesia.
Selain Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai tuan rumah, antara lain hadir Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dihadiri para menteri, acara kali ini juga dihadiri oleh 300 peserta datang dari berbagai elemen organisasi dan pemerintahan seperti beberapa perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan dari 34 provinsi serta para pejabat teknis KKP, NGO, praktisi dan stakeholders terkait.
"Pada akhir tahun 2014, pemerintah dan DPR telah menyetujui Perundang-undangan dimana Indonesia harus mulai membangun tata ruang laut baik pemerintah daerah dan pusat. Tata ruang laut nasional sangat penting sebagai landasan sosial dalam rangka menentukan kebijakan," tambahnya.
Saad menilai Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas laut mencapai 5,8 juta km2 atau sekitar 2/3 wilayah Indonesia adalah laut yang terdiri dari 2,3 juta km2 perairan kepulauan, 0,8 juta km perairan teritorial, dan 2,7 km2 perairan ZEE.
Jumlah pulau di Indonesia juga cukup banyak yaitu 17.504 pulau yang terdiri pulau-pulau besar dan kecil dengan panjang Pantai mencapai 99.903 km2.
"Pertahanan kawasan perbatasan dan arahan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terutama di KSN (Kawasan Strategis Nasional) perlu dilakukan. Hal itu juga sekaligus alam rangka rekomendasi yang disampaikan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dalam rangka penyelamatan sumber daya alam kelautan yang disepakati KKP, KPK dan 34 provinsi di Indonesia," tuturnya.
(wij/hen)











































