"Saya kira volume turun, 30%-40% cukup signifikan, dan hampir seluruh industri kena," kata Dirut KS Sukandar di kantor Kementerian Perindustrian, Selasa (28/4/2015)
Sukandar berharap, pemerintah segera merealisasikan belanja pemerintah termasuk sektor infrastruktur dalam APBN-P 2015. Ia beralasan, belanja pemerintah banyak punya peranan karena mempengaruhi penurunan permintaan besi dan baja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini Sukandar datang sendiri ke Kantor Kemenperin, bertemu Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin. Salah satu agenda pertemuannya melaporkan soal direksi baru.
"Kami hanya perkenalan dengan Pak menteri karena KS di bawah kemenperin sebagai pembina teknis," katanya.
Sebelumnya KS membukukan kinerja negatif di 2014. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen baja ini mencatat rugi US$ 149,8 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun (kurs dolar AS Rp 12.000).
Kerugian tersebut bengkak 971% dibandingkan kerugian 2013 yang hanya US$ 13,9 juta (Rp 166,8 miliar). Kerugian itu terjadi akibat omzet yang turun sementara beberapa pos beban ada yang naik. Omzet alias pendapatan bersih perusahaan pelat merah itu tercatat sebesar US$ 1,86 miliar di 2014, lebih rendah dibandingkan posisi tahun sebelumnya dari Rp 2,08 miliar.
(hen/dnl)











































