Kepala BKF Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pajak dijadikan salah satu sumber pembiayaan negara untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur. Pembangunan infrastruktur akan menggenjot pertumbuhan ekonomi.
"Kita harus melihat pajak untuk menggenjot perekonomian. Kita selama ini jual sumber daya alam mentah-mentah, harus ubah dari menjual sumber daya alam mentah ke pajak," kata dia saat Peluncuran Buku dan Diskusi Laporan Perekonomian Indonesia 2014, di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Rabu (29/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dunia lagi goyang, harga komoditas lesu, yang lain dari dunia usaha yaitu investasi, tapi dunia usaha lesu, konsumsi mulai ada penurunan. Maka harus ada refleksi di pajak untuk didorong," terang dia.
Saat ini, kata Suahasil, rasio penerimaan pajak Indonesia terhadap Gross Domestic Product (GDP) masih rendah hanya 11%, angka ini jauh di bawah rasio penerimaan pajak negara lain yang sudah lebih besar. Untuk itu perlu dilakukan ekstensifikasi pajak dan peningkatan compliance agar target pajak bisa tercapai.
"Tidak ada niatan pemerintah menaikkan tarif pajak, tapi kelompok-kelompok masyarakat yang membayar pajak dengan benar tidak perlu khawatir. 2015 adalah tahun pembinaan Wajib Pajak, untuk bisa memperbaiki pajaknya masing-masing. Dirjen pajak akan melakukan otomatisasi, masih ditemukan faktur PPN fiktif, ini akan dikejar. Yang sudah bayar pajak dengan tepat, tidak perlu dikhawatirkan," tandasnya.
(drk/rrd)











































