"Namanya cabel way," ungkap salah satu pekerja PT NTF Sugeng Sriono kepada detikFinance di lokasi, Kamis (30/4/2015).
Menurut Sugeng, cabel way digunakan para pekerja untuk mengangkut pisang yang siap panen langsung dari kebun. Dari kebun, pisang diantarkan ke unit pembersihan sekaligus pengemasan yang berada di setiap section perkebunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sugeng yang tergolong pekerja baru senang dengan profesinya sebagai penarik cabel way. Dari profesi ini, Sugeng yang berstatus tenaga kerja harian bisa mendapatkan upah antara Rp 63.000 hingga Rp 86.000/hari. Tidak hanya Sugeng, masih ada banyak pekerja lain yang menarik pisang dengan cabel way.
"Saya senang karena tugasnya hanya menyeret pisang dengan cabel way, dari kebun diangkat lalu digantung ke roll kemudian diseret sampai ke tempat pengemasan," paparnya.
Sedangkan HRD Manager PT NTF Oom Aulia Amrullah mengatakan, lintasan cabel way di PT NTF cukup panjang atau mengelilingi luas perkebunan pisang yang jumlahnya mencapai 1.754,6 hektar. Cabel way sudah dibangun sejak awal pertama kali NTF dibangun oleh dua perusahaan yaitu perusahaan lokal Gunung Sewu Group dan Del Monte Producer dari Filipina.
"Sejak awal lintasan cabel way sudah dibangun. Cukup panjang dan dia mengelilingi perkebunan pisang di tempat ini," sebutnya.
(wij/rrd)










































