Associate Operational Director PT NTF Stephanus Manukile mengatakan kondisi infrastruktur di Lampung Timur sangat menyulitkan aktivitas usaha, karena jalan yang rusak parah.
"Infrastruktur kami di sini cukup sulit. Anda lihat sendiri kondisi jalan di Lampung Timur cukup rusak parah," katanya saat ditemui di Perkebunan NTF, Kecamatan Labuhan Batu, Lampung Timur, Kamis (30/04/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat jalan yang rusak, waktu tempuh perjalanan dari Bandar Lampung ke lokasi perkebunan bisa ditempuh dengan waktu 2 jam. Namun karena kondisi jalan rusak parah, bisa ditempuh dengan waktu lebih lama yaitu 3-4 jam.
Di tempat yang sama, HRD Manager PT NTF Oom Aulia Amrullah mengungkapkan rusaknya ruas jalan di Kabupaten Lampung Timur, mengganggu pendistribusian buah-buahan PT NTF, yang akan diekspor maupun yang akan dikirim ke berbagai kota di dalam negeri.
Oom menjelaskan pengiriman ekspor pisang dan nanas hone ke berbagai negara dilakukan melalui Pelabuhan Panjang via jalan Kabupaten Lampung Timur. Dari Pelabuhan Panjang, kapal lalu melakukan bongkar muat di Singapura dan berlanjut ke negara tujuan.
Sedangkan untuk pendistribusian di dalam negeri, pengiriman buah dilakukan melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung juga melalui lintas Sumatera Kabupaten Lampung Timur.
"Sekarang intinya bagaimana kita mensiasatinya. Seperti membuat kemasan buah yang tahan guncangan akibat jalan rusak atau dengan cara lainnya," jelasnya.
(wij/hen)











































