Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, persoalanya tersebut tidak terlepas dari perekonomian dunia dan regional yang melambat. Sehingga banyak perusahaan yang profitnya turun.
"Tentu akibat ekonomi dunia begini, ekonomi regional menurun, harga komoditas menurun, akibatnya pendapatan turun, otomatis perusahaannya menurun kinerjanya, penjualannya, ya itu pasti menurun. Bukan hanya emiten saja, yang tidak publik juga," kata JK di Gedung Dhanapala, Jakarta, Kamis (30/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah mempercepat stimulus fiskalnya, anggarannya. Itu yang bisa dibuat. Tapi kita membuka lebih mudah investasi luar sehingga dana masuk. Besok, bulan ini Menkeu (Menteri Keuangan) akan salurkan proyek ini, sudah, cepat ini malah," ujarnya.
JK menambahkan, perlambatan pertumbuhan ekonomi tidak hanya dialami Indonesia saja, tapi banyak negara lain di dunia.
"Jangan lupa yang saya katakan, bahwa seluruh ekonomi dunia itu bukan hanya Indonesia, regional. Ini masalah yang bersifat universal yang terjadi penurunan ekonomi dunia, tidak ada satu pun negara yang sanggup lebih tinggi lagi. China menurun, Jepang, Singapura, Malaysia. Dan Indonesia bisa tumbuh lumayan malah, bisa lebih dari 5%," papar JK.
(mkl/rrd)










































