Proyek ruas Tol Solo (Jawa Tengah)-Kertosono (Jawa Timur) sepanjang 176,7 km yang akan di-groundbreaking sore ini (30/4/2015) oleh Presiden Jokowi punya arti penting soal konektivitas wilayah. Bila sudah rampung, ruas tol terpanjang di Tol Trans Jawa akan menghubungkan Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim).
"Bisa tersambung semua di 2018. Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, Mojokerto Surabaya, Surabaya-Gempol. Nanti terhubung semua," kata Kepala Hubungan Masyarakat PT Jasa Marga Wasta Gunadi kepada detikFinance, Kamis (30/4/2015).
Saat ini, ruas tol Semarang-Solo tahap I yakni Semarang-Bawen telah beroperasi. "Sisanya yang Bawen-Solo sedang persiapan untuk lelang kontraktor. Pertengahan tahun lah akan kita lakukan," kata Wasta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Solo-Kertosono ini yang akan di-groundbreaking oleh Pak Jokowi hari ini. Sebenarnya untuk yang Solo-Ngawi sudah di-groundbreaking tahun 2013 oleh investor lama. Kemudian sekarang sudah diakuisisi Jasa Marga patungan dengan Waskita. Ini akan jadi momentum percepatan," ujarnya.
Ruas berikutnya adalah ruas jalan tol Kertosono-Mojokerto sepanjang 40,5 km yang dibangun dan operatornya oleh PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) yang dimiliki oleh grup usaha Astra. Saat ini tahap I dari total 4 seksi telah beroperasi. Sedangkan sisanya, tahap II, III dan IV terus berlanjut positif.
Selanjutnya adalah tol Mojokerto-Surabaya sepanjang 36,27 km. Pada ruas ini, seksi pengerjaan IA sudah selesai dan sudah beroperasi dengan ruas Waru-Sepanjang.
"Nanti akan ada peresmian operasi untuk seksi IV yaitu Mojokerto-Krian sekitar bulan Agustus," tuturnya.
Selanjutnya, kata dia, adalah ruas Surabaya-Gempol sepanjang 37 Km yang sudah beroperasi. "Jadi semua terhubung jalan tol," tegasnya.
(dna/hen)











































