Atasi Kebutuhan Semen, Deperin Ambil Langkah Strategis
Senin, 14 Feb 2005 18:32 WIB
Jakarta -
Departemen Perindustrian akan mengambil sejumlah kebijakan strategis jangka pendek dan menengah untuk mengatasi kebutuhan semen. Kebutuhan semen diperkirakan akan meningkat seiring dengan pembangunan infrastruktur di Indonesia dan pembangunan jalan tol sepanjang 1600 kilometer pada periode 2005-2009."Dikarenakan tahun-tahun mendatang kebutuhan Semen akan meningkat 10 persen per tahun maka kita buat langkah strategis kebutuhan semen," kata Menteri Perindustrian Andung A Nitimihardja dalam Raker dengan Komisi VI di Gedung Nusantara I, DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (14/2/2005).Langkah jangka pendek itu antara lain, memfasilitasi percepatan pembangunan PT Semen Andalas Indonesia. Hal ini dilakukan karena pada tahun 2004 produksi semen nasional mencapai kapasitas 47.490.000 ton, namun sejak tidak beroperasinya PT Semen Andalas Indonesia, maka total kapasitas nasional menjadi 46.090.000 ton. Langkah jangka pendek lainnya adalah membatasi ekspor semen dan klinker sehingga diharapkan mendapat tambahan pasokan dalam negeri sekitar 7,5 juta ton, melakukan optimalisasi terhadap kemampuan produksi sebesar 4 juta ton yang terdiri dari Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa dan Indocement dimana masing-masing sebanyak 1 juta ton semen.Selain itu, memasukan industri semen sebagai industri tertentu untuk mendapatkan insentif dan mengupayakan industri semen untuk bisa memperoleh kuasa penambangan batu bara.Sementara langkah menengahnya antara lain, mendorong perluasan perusahaan yang sudah beroperasi dan mendorong pembangunan pabrik baru. Dimana saat ini terdapat 17 perusahaan yang telah mengajukan permohonan investasi dan yang kemungkinan akan dibangun adalah PT Megah Bukit Barisan (Sumut), PT Lebak Harapan Makmur (Mining Banten), PT Balocci Makmur (Sulsel) dan PT Semen Batam. Langkah jangka menengah lainnya adalah, mendorong deversifikasi semen dari tipe portland I ke semen campur seperti portland pozolan dan semen komposit yang dapat menghemat penggunaan batu kapur dan energi.Usai Raker, Andung Nitimihardja mengaku belum bisa menyebut nama-nama ke-17 investor semen itu. "Datanya ada di ke BKPM, tanya saja. Yang jelas saya akan bicara dengan BKPM. Kalau memang ada domestik yang layak akan kita ajak dan kalau sudah siap silakan dibangun," katanya.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































