Dalam Sehari, Jokowi Resmikan Dimulainya Proyek Tol di 3 Lokasi

Dalam Sehari, Jokowi Resmikan Dimulainya Proyek Tol di 3 Lokasi

- detikFinance
Kamis, 30 Apr 2015 17:47 WIB
Dalam Sehari, Jokowi Resmikan Dimulainya Proyek Tol di 3 Lokasi
Ngawi -

Aktivitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini sangat padat khususnya dalam meresmikan proyek-proyek infrastruktur tol. Dalam sehari, orang nomor satu di Indonesia ini datang ke tiga lokasi peresmian proyek tol di Sumatera dan Jawa.

Sore ini, Jokowi datang ke Ngawi Jawa Timur untuk melakukan groundbreaking Tol Solo-Kertosono, bagian dari jaringan tol Trans Jawa. Sebelumnya Jokowi ke Lampung dan Palembang meresmikan groundbreaking Tol Bakauheni-Palembang yang merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera.

"Tadi pagi, jam 9.00 saya dan menteri di Lampung. Groundbreaking dimulainya pembangunan jalan Tol Trans Sumatera. Kemudian, setengah 1 ke Palembang di Sumsel," kata Jokowi di lokasi peresmian di Desa Klitik, Ngawi, Jawa Timur, Kamis (30/4/2015)

 

Jokowi didampingi oleh Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Jatim Soekarwo, dan lainnya.

Tol yang terbagi dalam dua paket pekerjaan ini menjadi yang terpanjang d Trans Jawa karena memiliki panjang total 176,7 km.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎Ruas jalan tol Solo-Ngawi dibangun dan dikelola Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Solo Ngawi Jaya. Sementara ruas jalan tol Ngawi-Kertosono oleh BUJT PT Ngawi Kertosono Jaya. Dua BUJT tersebut semula dimiliki 100% oleh PT Thiess Contractors Indonesia (TCI), perusahaan konstruksi asal Australia, kini sudah diambialih oleh Jasa Marga dan Waskita Karya.

Ruas Tol Solo-Ngawi sepanjang 90,1 km telah di-groundbreaking sebelumnya pada 2013, namun tidak menunjukkan perkembangan yang berarti hingga saat ini.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, pembebasan lahan untuk jalan Tol Solo-Ngawi sudah mencapai 91,57%, perkembangan fisik belum menunjukkan perkembangan yang signifikan meski telah dibantu pengerjaannya oleh pemerintah. Dari 90,1 Km, pemerintah membantu pengerjaan sekitar 40 km. Bagian pemerintah telah berjalan sekitar 48% sementara bagian investor swasta baru berjalan 5,29%.

Sementara itu, untuk ruas satunya yakni Ngawi-Kertosono sepanjang 86,6 km pembebasan lahannya baru berjalan 60,39% dan tak menunjukkan perkebangan lagi hingga saat ini. Pengerjaan fisik konstruksi jalan pun belum bisa dilakukan karena lahan yang tersedia belum mencapai 75%.

(hen/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads