Siang ini, para buruh dari berbagai kota terus berdatangan mengantre memasuki pusat kota ibu kota Jakarta untuk merayakan May Day di Bundaran HI. Ada beberapa aspirasi yang menjadi fokus buruh pada perayaan May Day 1 Mei 2015 ini.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal sempat mengatakan perayaan May Day pada 1 Mei 2015 berlangsung di 30 provinsi, termasuk Jakarta.
Menurut Iqbal, dalam aksi May Day tahun ini, para buruh meminta pemerintah untuk menjalankan amanat konstitusi UUD 1945 yaitu pasal 33 dan 27 tentang upah layak dengan menaikkan upah 32% dan mengubah Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dari 60 Item menjadi 84 item KHL agar daya beli buruh meningkat akibat dampak kenaikan harga barang dan kenaikan BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Iqbal, buruh juga meminta pemerintah mengesahkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) jaminan pensiun segera dan harus diberlakukan pada Juli 2015 ini agar para buruh mendapatkan kepastian jaminan pensiun wajib dengan iuran 15%/bulan dan benefit 75% dari gaji terakhir, serta menolak rencana pemerintah menaikkan iuran BPJS kesehatan.
"Seharusnya pemerintah meningkatkan anggaran Jamkes (jaminan kesehatan) untuk orang tidak mampu menjadi Rp 30 triliun karena harga BBM, TDL, Elpiji dan transportasi sudah tidak ada subsidi lagi dan ratusan triliunan APBN harusnya diberikan kepada rakyat," katanya.
(wij/hen)











































