"April masih terjadi inflasi dengan perkiraan 0,2 -0,3%," ungkap Ekonom Universitas Indonesia (UI) Telisa Aulia Falianty, kepada detikFinance, Minggu (5/3/2015)
Telisa menilai sulit untuk posisi sekarang akan deflasi. Seperti realisasi pada periode yang sama tahun lalu yang deflasi 0,02%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini terdorong oleh efek kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp 500 per liter pada akhir Maret. Kemudian kenaikan harga pada bahan pokok, seperti ayam, telur dan beberapa jenis sayuran.
"Ada kenaikan meski tidak terlalu besar," sebutnya.
Untuk beras, menurut Telisa cukup stabil. Seiring dengan dampak dari panen raya dan kebijakan operasi pasar yang digelar pemerintah sejak dua bulan lalu.
"Sudah ada panen raya, jadi harga beras cukup stabil," kata Telisa.
(mkl/ang)











































