Indonesia sedang menggarap proyek mass rapid transit (MRT) bawah tanah pertama di Jakarta. Negara-negara lain sudah lebih dulu punya sarana transportasi ini.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk paling banyak di dunia, China sangat membutuhkan sarana transportasi yang bisa mengangkut orang banyak. Maka dari itu, hampir di setiap kota besar Negeri Tirai Bambu punya sarana kereta atau MRT.
Jalur kereta bawah tanah terpanjang di dunia ada di Shanghai, yaitu Shanghai Metro dengan panjang sekitar 548 kilometer (km). Ada 14 jalur dengan 337 stasiun di sistem kereta bawah tanah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhir pekan lalu detikFinance berkesempatan menjajal jalur subway terpanjang kedua di dunia ini. Tiketnya cukup terjangkau, hanya 3 yuan (Rp 6.000) untuk 6 km pertama.
Pada saat itu detikFinance mencoba naik subway dari stasiun Shuangjing menuju Tuanjiehu. Suasana subway sangat lenggang, karena waktu menunjukkan pukul 23.00 waktu setempat.
Subway ini beroperasi dari pukul 05.00 sampai pukul 24.00 waktu setempat. Pembelian tiket bisa dilakukan melalui mesin atau loket yang ada dilayani oleh penjaga. Si penjaga loket juga bisa memberi informasi mengenai jalur subway tersebut.
Menurut salah satu warga Beijing bernama Zong, dalam waktu sibuk yaitu pada jam pergi kerja dan pulang kerja, suasana di stasiun dan dalam kereta penuh sesak.
"Kalau sudah malam begini memang sepi, apalagi sebentar lagi mau tutup," katanya kepada detikFinance di dalam subway.
Suasana di dalam keretanya bersih dan rapi. Setiap gerbong bagian dalamnya dihiasi oleh iklan. Uniknya, iklan-iklan ini tidak hanya di dalam gerbong, tapi juga di dinding terowongan.
Operator Beijing Subway memasang layar LCD hampir di sepanjang terowongannya. Layar LCD yang berderet panjang ini menayangkan iklan secara serentak.
Sehingga pengguna kereta yang di dalam tetap bisa melihat iklan itu dari awal hingga habis, meski sedang bergerak dalam kecepatan tinggi. Setiap stasiun bawah tanah juga dilengkapi oleh eskalator sehingga penumpang tidak perlu capek berjalan kaki naik-turun tangga.
(ang/dnl)











































