Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 05 Mei 2015 12:59 WIB

Kepala BKPM: Kereta Cepat Jepang Baru Kajian, China Sudah Kerjasama

- detikFinance
Shinkansen di Stasiun Tokyo (Foto: Angga/detikFinance) Shinkansen di Stasiun Tokyo (Foto: Angga/detikFinance)
Jakarta - Perebutan proyek kereta cepat pertama di Indonesia antara investor Jepang dan China masih bergulir. Ada investor yang masih tahap kajian, tapi ada juga yang sudah masuk tahap kerjasama.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menilai, Jepang dan China punya peluang yang sama dalam proyek ini. Namun, kata Franky, investor China sudah selangkah lebih maju dari Jepang.

Investor Tiongkok sudah masuk pada tahap kerjasama. Kerjasama ini dilakukan antara konsorsium China yang dipimpin oleh China Railway International Co. Ltd dengan konsorsium Indonesia yang dipimpin oleh PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Sementara Jepang yang diwakili oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) baru masuk tahap pengkajian.

"Jepang baru kajian. China sudah kerjasama untuk dilaksanakan terutama rute Jakarta-Bandung," kata Franky saat ditemui usai acara pencanangan zona integritas di BKPM, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Franky mengatakan, BKPMsudah mengetahui rencana investasi tersebut. Namun terkait urusan kerjasama dan perkembangan proyeknya berada di bawah tanggung jawab Kementerian BUMN.

"Itu ada di Kementerian BUMN," ujarnya.

Franky juga membenarkan adanya komitmen China yang akan memberi pinjaman hingga US$ 50 miliar. Dana tersebut nantinya dipakai untuk membiayai proyek pembangkit listrik, infrastruktur hingga kereta cepat.

"Komitmen itu yang ditandatangani oleh Presiden (Joko Widodo/Jokowi) waktu di Beijing," ujarnya.

(feb/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com