Kepala Ekonom ANZ untuk wilayah ASEAN dan Pasifik, Glenn Maguire, mengatakan Indonesia akan kesulitan meraih pertumbuhan ekonomi 5% tahun ini. Pasalnya, dengan inflasi yang tinggi akan membuat daya beli masyarakat semakin turun.
"Secara mengejutkan, ekonomi Indonesia berkontraksi di kuartal pertama, melambat jadi hanya 4,7%," katanya dalam siaran pers, Selasa (5/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prediksi ekonomi Indonesia langsung berubah drastis dari yang sebelumnya penuh semangat menjadi penuh masalah," jelasnya.
Ia memprediksi, melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama ini masih akan berlanjut hingga kuartal kedua.
"Indeks kepercayaan konsumen kami memperlihatkan penurunan yang signifikan sehingga konsumsi masih akan melambat di tiga bulan ke depan," ujarnya.
Inflasi juga diprediksi masih akan tinggi, terutama menjelang dan memasuki bulan Ramadan. Sementara proyek-proyek infrastruktur pemerintah baru akan terasa di akhir tahun sehingga tidak banyak membantu pertumbuhan kuartal II.
"Saat ini proyeksi kami untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 sebesar 5,2% tapi masih bisa dipangkas lagi," ujarnya.
(ang/dnl)











































