Secara kuartal, ekonomi Indonesia sudah melambat sejak kuartal IV-2014 lalu di masa transisi pemerintahan.
"Tanpa banyak orang tahu, Pak Jokowi mewarisi ekonomi yang lambat. Mengubah pertumbuhan ekonomi itu tidak gampang. Jadi terbukti sudah usaha macam ini itu, tapi anggaran belum terlalu efektif, belum optimal, sehingga perlambatan jadi makin kelihatan. Jadi ini sampai bulan Maret," kata Deputi Kepala Staf Kepresidenan, Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk kalangan kelas bawah, sudah digelontorkan uang Rp 9,8 triliun di bulan April (dana sosial). Ini penting untuk pondasi masyarakat, supaya mereka tidak merasa susah. Kalau tenang, masyarakat tidak gampang protes di bawah," kata Purbaya.
Pemerintah ingin bisa menjalankan program-programnya tanpa kegaduhan sosial dan politik.
"Ke depan, masih belum berhenti karena akan ada Rp 36 triliun. Ini untuk program keluarga sejahtera, cash, uang lebih besar dibandingkan zaman SBY. Tapi coverage di media masih kurang," kata Purbaya.
(dnl/hen)











































