7 BUMN Segera Direstrukturisasi

Kinerjanya Buruk

7 BUMN Segera Direstrukturisasi

- detikFinance
Selasa, 15 Feb 2005 11:23 WIB
Jakarta - Kantor Kementerian BUMN akan segera merestrukturisasi 7 BUMN bidang pertambangan, industri strategis dan telekomunikasi menyusul masih buruknya kinerja BUMN-BUMN itu.Demikian disampaikan Deputi Meneg BUMN bidang pertambangan, industri strategis dan telekomunikasi Roes Aryawijaya sebelum raker dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/2/2005).Roes menjelaskan 7 BUMN yang akan direstrukturisasi itu meliputi 4 BUMN di bidang industri strategis, 1 BUMN pertambangan dan 2 BUMN di bidang semen. BUMN-BUMN itu diantaranya PT Sarana Karya Buton, PT Semen Kupang, PT Semen Baturaja, PT Inka, PT DI dan PT Listrik Energi Nasional (LEN).Menurut Roes, kantor Meneg BUMN akan segera merestrukturisasi BUMN-BUMN itu, dimana restrukturisasinya menyangkut 3 hal yakni di bidang keuangan, kegiatan usaha dan SDM. "Kebanyakan masalahnya itu di keuangan. Mereka tidak layak pinjam uang di bank karena cash flownya tidak bagus," katanya. Oleh sebab itu, lanjut Roes, direksi dan komisaris diminta untuk bekerja keras dan melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaannya. "Kita akan lihat sampai Juli nanti bagaimana key performance indicatornya yang sudah disepakati dalam RUPS 2005 ini. Kalau belum bagus akan kita beri peringatan," ujarnya. Ketika disinggung kemungkinan adanya pergantian direksi dan komisaris terhadap BUMN-BUMN, Roes mengatakan sejauh ini belum ada rencana mengingat perusahaan-perusahaan itu kondisinya belum terlalu parah. Akan tetapi secara keseluruhan untuk BUMN dibawah kewenangannya dalam rentang setahun ini akan ada direksi dan komisaris yang akan diganti. Namun sayangnya Roes tidak menyebutkan direksi BUMN mana yang akan diganti. Sementara untuk kinerja BUMN secara keseluruhan, Roes mengakui hingga saat ini masih ada sekitar 20 persen BUMN yang perlu diperbaiki kinerjanya. BUMN-BUMN itu akan dilakukan restrukturisasi menyangkut aspek keuangan, kegiatan usaha dan sumber daya manusianya."Sekitar 80 persen BUMN sudah bagus, sedangkan 20 persen lainnya masih perlu diperbaiki," demikian Roes. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads