Menneg BUMN Belum Rencanakan Pergantian Direksi Merpati

Menneg BUMN Belum Rencanakan Pergantian Direksi Merpati

- detikFinance
Selasa, 15 Feb 2005 12:10 WIB
Jakarta - Kantor Menneg BUMN memastikan dalam waktu dekat ini belum akan melakukan pergantian direksi PT Merpati Nusantara Airlines. Pasalnya, direksi masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan yang melilit Merpati saat ini."Sejauh ini belum ada rencana yang pasti soal perubahan direksi Merpati. Kita masih memberi kesempatan pada direksi untuk menyelesaikan survive abilities-nya," kata Menneg BUMN Soegiharto saat raker dengan Komisi VI DPR RI di Gedung MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa, (15/2/2004).Menurut Soegiharto, sebenarnya saat ini banyak pihak yang menaruh minat untuk menggandeng Merpati. Namun, pihaknya akan menyikapi keinginan itu lebih cermat lagi.Terkait dengan rencana strategic sales, secara resmi pelaksanaannya akan diserahkan kepada direksi. Pasalnya, direksi saat ini juga sudah menyampaikan road map-nya.Sementara itu, menyangkut nasib direksi Garuda, Soegiharto juga mengaku belum bisa memastikan kapan akan dilakukan pergantian, meski saat ini masalah yang melingkupi Garuda, termasuk kekosongan jajaran direksi sudah dibahas dan kini dalam tahap finalisasi."Jadi, masalah Garuda ke depan tidak hanya menyangkut pergantian direksi tapi menyangkut pula perubahan paradigma. Saya kira calon direksi yang ada saat ini cukup banyak," katanya.Soegiharto lalu menekankan, masalah yang dihadapi Garuda bukan hanya menyangkut masalah domestik, namun juga menyangkut persaingan usaha yang begitu tajam dengan maskapai lain.Asean Aceh FertilizerSementara itu, menanggapi rencana sejumlah pemegang saham PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) yang akan keluar, Soegiharto mengatakan, langkah itu merupakan sesuatu yang wajar. Akan tetapi, lanjut dia, yang menjadi fokus pemerintah saat ini adalah suplai gas sebanyak 12 kargo untuk AAF dan Pupuk Iskandar Muda (PIM) dapat direalisasikan."Fokus saya adalah bagaimana 12 kargo itu benar-benar direalisasikan untuk AAF dan PIM supaya sekitar 1.900 karyawan bisa aman untuk 2005-2006," katanya.Menurut Soegiharto, untuk PIM I suplai kargo gas diharapkan bisa memenuhi kebutuhan untuk enam bulan, PIM II selama 10 bulan dan AAF selama enam bulan."Kita juga berharap mendapat paket untuk kargo-kargo berikutnya, terutama untuk mengamankan 2006," kata dia. (umi/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads