Selain Mobil, Astra Berencana Rambah Bisnis Carter Pesawat

Selain Mobil, Astra Berencana Rambah Bisnis Carter Pesawat

- detikFinance
Rabu, 06 Mei 2015 20:18 WIB
Selain Mobil, Astra Berencana Rambah Bisnis Carter Pesawat
Jakarta - Perusahaan penyewaan kendaraan bermotor Grup Astra, TRAC-Astra Rent a Car di bawah PT Serasi Autoraya juga akan merambah bisnis carter atau penyewaan pesawat terbang.

Anak usaha PT Astra International Tbk ini sedang merintis bisnis baru sewa penerbangan karena melihat peluang bisnis besar terutama di segmen pemerintahan.

"Kita mau tangkap semua peluang yang ada. Tak hanya penyewaan kendaraaan darat, kita mau terintegrasi juga dengan bisnis di udara," kata Corporate Sales Head PT Serasi Autoraya, Teddy Astra di Kantor LKPP, Gedung SME Tower/SMESCO Lantai 9 Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Rabu (6/5/2015)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengakui ekspansi bisnis di udara untuk menangkap peluang pasar dari segmen belanja pemerintah. "Saya tidak tahu pastinya, karena ini urusan induk perusahaan. Kemungkinan kita (TRAC) yang kelola rental pesawat atau mendirikan perusahaan baru," katanya.

Sementara itu, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) sebagai lembaga yang mendorong efisiensi pengadaan barang dan jasa pemerintah, mendorong kementerian dan lembaga mengutamakan penyewaan kendaraan dinas termasuk mobil hingga keperluaan untuk angkutan udara. LKPP juga mendorong penyewaan pesawat menggunakan e-katalog.

Sebagai langkah awal, LKPP telah memasukan item pesawat carter dalam komponen pengadaan barang dan jasa pemerintah dalam sistem e-katalog.

"Dalam seminggu ke depan, kita akan tandatangani pesawat carter untuk kebutuhan institusi," ungkap Direktur Advokasi dan Penyelesaian Sanggah LKPP Emin Muhaemin.

Emin mengatakan, sejumlah pejabat tinggi kerap menggunakan pesawat carter untuk mengunjungi daerah-daerah terpencil. Sehingga pesawat sewa juga harus dimasukan dalam e-katalog agar anggaran sewa pesawat menjadi transparan dan mudah diawasi.

"Dalam rencana yang masuk Renstra, kita targetkan penambahan 25.000 item baru, dan 50.000 sampai akhir tahun ke dalam e-katalog e-budgeting," jelasnya.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads