Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementan, Emilia Harahap mengatakan, pihaknya akan mengadakan pasar tani setiap Jumat. Harga yang dijual lebih murah karena yang jual langsung dari petani ke konsumen, tanpa melalui rantai perdagangan yang panjang.
"Pasar tani ini rutin dibuka setiap Jumat. Pasar ini akan dapat menstabilkan harga ditingkat pengecer," kata Emilia ditemui di Kantor Kementan, Kamis (7/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Program ini sebenarnya sudah ada sejak 2007. Tujuanya mempertemukan langsung petani dengan pembeli akhir, sehingga harga jualnya jauh lebih murah karena tidak ada perantaranya," ungkap Emilia.
Sampai tahun ini, kementrianya telah memfasilitasi Pasar Tani di 30 provinsi yang tersebar di 89 kabupaten/kota. Hampir semua produk hasil pertanian dan perkebunan tersedia di pasar mingguan ini. Dari beras murah organik, cabai rawit, bawang, telur, serta produk olahan buah.
Sebagai perbandingan harga, di salah satu stand Pasar Tani, beras jenis Slyp Super Cianjur yang harga pasarnya Rp 11.500 per kilo, tapi di pasar ini hanya dijual Rp 9.000 per kilonya. Sementara sayue kangkung biasanya Rp 2.000 per ikatnya, di Pasar Tani hanya dibanderol setengah harga. Beberapa komoditas pertanian lainya pun dijual rata-rata hampir separuh harga.
(rrd/rrd)











































