Salah satu petani yang ditemui detikFinance di Pasar Tani Kementan, Muhammad Arsyad (40) mengatakan, buka sejak pukul 08.00 WIB, beras sebanyak 1 ton yang dibawanya dari Lebak, Banten sudah ludes dibeli pengunjung kurang dari 3 jam.
Ia mengaku, banyak pembeli yang memenuhi tempatnya berjualan membuat dirinya dan 4 orang yang membantunya sampai kewalahan melayani pembeli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arsyad mengatakan, dirinya bersama sejumlah petani dari Banten dan Jawa Barat sudah bergabung di Pasar Tani sejak 2013. Menurutnya, harga beras yang dijualnya jauh lebih murah ketimbang di pasar, sehingga wajar bila berasnya laku keras tiap mengikuti pasar tani ini.
"Beras Slyp Super di kios pasar harga per kilonya Rp 11.000 per kilo. Kalau di sini (Pasar Tani) saya jualnya cuma Rp 8.000 per kilonya. Kalau beli dalam ukuran karung 25 kilo juga jual lebih murah lagi," jelasnya.
Selisih harga yang murah tersebut, kata Asryad, terjadi karena dirinya tidak lagi menjualnya lewat tengkulak.
"Sampai ke pasar biasa sampai ke konsumen bisa melalui 3 pedagang, setiap pedagang ambil untung Rp 250 per kilo beras. Jadi jatuhnya jauh lebih mahal," tutup Arsyad.
(rrd/rrd)











































