Langkah ini dilakukan supaya tidak ada kendala dalam membebaskan lahan. Jalur kereta cepat dan LRT akan memanfaatkan lahan milik BUMN selain jalan tol yang sudah ada supaya proyeknya berjalan dengan mudah.
"Mayoritas rail atau track kereta dibangun di atas jalan tol untuk kereta cepat dan di samping jalan tol untuk LRT. Itu bisa kurangi beban pembebasan lahan sehingga cost bisa lebih murah," kata Rini saat diskusi di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (7/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Financing mereka bersedia berikan. Untuk pembangunan kereta, kita buat Join Venture," sebutnya.
Rini menjaskan studi kelayakan dan teknis untuk kereta LRT akan selesai pada Juni 2015. "Untuk kereta, kita masih tunggu hasil feasebility study dan technical study," ujarnya.
(feb/ang)











































