"Masih wajar itu (700.000 ton). Itu masih dalam batas aman yang Bulog tetapkan, kita juga terus berusaha," kata Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Djoni Nur Ashari kepada detikFinance, Jumat (8/5/2015).
Meski beberapa bulan lagi memasuki masa paceklik produksi beras, Bulog belum mau lempar handuk untuk mengejar target 2,75 juta ton hingga akhir tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acuanyanya adalah tingkat serapan beras Bulog yang masih sesuai harapan. "Kita saat ini setiap harinya menyerap 25.000 ton beras. Itu masih besar," kata Djoni
Ia mengakui harga pembelian pemerintah (HPP) beras yang ditetapkan pemerintah, di lapangan lebih rendah dari harga pasar di tingkat petani. Kondisi ini membuat Bulog kesulitan menyerap beras petani.
"Harga memang tinggi di atas HPP, tapi saya kira masih banyak yang di bawah itu," ungkapnya.
Berdasarkan Inpres, Bulog hanya bisa membeli beras petani pada harga HPP Rp 7.300 per kilogram, Rp 4.650 untuk gabah kering giling (GKG), dan Rp 3.700 untuk gabah kering panen (GKP).
(hen/hen)











































