"Kemungkinan dari beberapa informasi yang didapat, beras sudah dikuasai pedagang. Sehingga dikhawatirkan bila tidak koperatif, mereka akan memainkan harga. Kita sangat mencermati terus menerus terhadap situasi beras," tutur Gobel ditemui di Gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (8/5/2015).
Selain itu, Gobel juga mendapatkan informasi langsung dari beberapa pemain beras yang dikenalnya. Modusnya, beras disetok atau disimpan di beberapa gudang besar milik pedagang. Kemudian dari praktik ini, pedagang bisa mempermainkan harga dan stok beras yang akan disuplai ke masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari keterangan itu didapat sebuah fakta, bila harga beras kerap merangkak naik. Padahal produksi beras di dalam negeri dianggap mencukupi.
"Akhirnya masyarakat membeli dengan harga lebih mahal," sebutnya.
(wij/rrd)











































