Tak Mau Kalah dari Vietnam, Mendag Gobel Ingin Dulang Devisa di Polandia

Tak Mau Kalah dari Vietnam, Mendag Gobel Ingin Dulang Devisa di Polandia

- detikFinance
Sabtu, 09 Mei 2015 16:00 WIB
Tak Mau Kalah dari Vietnam, Mendag Gobel Ingin Dulang Devisa di Polandia
Jakarta - Demi mencapai target ekspor meningkat 300% di tahun 2019, Kementerian Perdagangan (Kemendag) aktif menyasar pasar-pasar ekspor yang dianggap potensial. Salah satunya adalah Polandia yang selama ini masih dipandang sebelah mata oleh pemerintah Indonesia.

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengungkapkan, pasar Polandia khususnya produk fesyen saat ini dikuasai oleh Vietnam. Gobel ingin Indonesia bisa memainkan peranan yang jauh lebih besar, kalau bisa mengalahkan Vietnam.

"Saya datang ke Polandia dan saya yakin kita mampu meningkatkan ekspor ke sana. Kalau kita dorong industri tentu ekspor akan naik dan bisa mengisi pasar luar negeri. Potensi kita luar biasa," kata Gobel saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jalan Ridwan Rais Jakarta, Jumat malam (8/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gobel yang baru saja mengunjungi langsung negara tersebut mengatakan, penetrasi produk fesyen Vietnam di Polandia cukup besar. Hampir seluruh pasar grosir pakaian di Polandia dipenuhi oleh orang dan produk pakaian Vietnam.

"Di Pasar grosirnya yang berjalan itu orang Vietnam. Mereka itu dulu datang ke Polandia sejak zaman komunis di mana banyak warga Vietnam yang berimigrasi ke sana," tambahnya.

Khusus untuk Polandia, di tahun 2019 Kemendag mentargetkan ekspor sebesar US$ 1,1 miliar. Menurut catatan Kemendag, Ekspor nonmigas Indonesia ke Polandia pada tahun 2014 mencapai US$ 395,9 juta dan pada periode Januari-Februari 2015 mencapai US$ 63 juta. Sementara impor nonmigas Indonesia dari Polandia pada 2014 sebesar US$
143 juta dan periode Januari-Februari 2015 sebesar US$ 20 juta.

"Potensi ekspor kita ke Polandia luar biasa besar. Produk kita harus ditampilkan di sana dalam bentuk showroom atau kita buat Indonesian House," katanya.

Sementara itu staf khusus Kemendag Gusmardi Bustami memaparkan Polandia dianggap sebagai pasar yang potensial. Hal itu karena rata-rata pendapatan per kapita rakyat Polandia yang cukup besar yaitu US$ 25.000.

Selain itu Polandia juga akan dibidik sebagai hub bagi produk-produk ekspor utama Indonesia ke kawasan Eropa Timur dan sekitarnya. Berbagai produk buatan Indonesia akan diperkenalkan kepada masyarakat Polandia seperti pakaian jadi, sepatu, peralatan rumah tangga, furniture dan produk makanan dan minuman.

"Ada peluang kita akan membangun ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) di sana sehingga bisa memberikan informasi lebih detil pasar di sana. Kalau posisi Polandia juga strategis di tengah dan ke atas ada Cheko dan di utara ada Denmark dan Latvia kemudian infrastruktur di sana sangat bagus terutama menghubungkan daerah Baltik," jelasnya.

(wij/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads