Agar Tak Impor, Pedagang Minta Bulog Aktif Serap Beras Petani

Agar Tak Impor, Pedagang Minta Bulog Aktif Serap Beras Petani

- detikFinance
Sabtu, 09 Mei 2015 17:03 WIB
Agar Tak Impor, Pedagang Minta Bulog Aktif Serap Beras Petani
Jakarta - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menegaskan impor beras adalah opsi terakhir guna memperkuat stok cadangan beras pemerintah yang disimpan oleh Perum Bulog. Namun, agar impor tidak terjadi Bulog harus gencar serap beras petani.

Cara ini mau tidak mau harus dilakukan Bulog untuk menambah penyerapan beras petani yang baru mencapai 700.000 ton atau 25% dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 4 juta ton.

"Harapan saya kalau bisa memang pemerintah yang menyerap panen petani," kata Ketua Umum Koperasi Pedagang Pasar Induk Cipinang Jakarta (Koppic Jaya) Zulkifly Rasyid kepada detikFinance, Sabtu (9/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, ada sejumlah kendala yang dihadapi Bulog dalam menyerap beras petani salah satunya masalah harga. Harga tebus beras petani jauh lebih tinggi yaitu Rp 7.500/kg dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 7.300/kg.

"Tetapi pemerintah nggak berani soal harga. Sekarang ini waktu panen harus pemerintah benar-benar bergerak cepat menyerap beras petani agar tidak impor. Tetapi yang menjadi masalah pemerintah mematok HPP Rp 7.300/kg dan itu terlalu rendah," sebutnya.

Ia meminta, Bulog harus berani memutar otak dan lebih giat untuk menjemput bola beras petani. Bila cara-cara ini tidak dilakukan maka stok beras yang dimiliki Bulog tidak mencukup kebutuhan dan harga merangkak naik.

"Takutnya kecolongan lagi (harga beras naik)," katanya.

(wij/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads