Cara ini mau tidak mau harus dilakukan Bulog untuk menambah penyerapan beras petani yang baru mencapai 700.000 ton atau 25% dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 4 juta ton.
"Harapan saya kalau bisa memang pemerintah yang menyerap panen petani," kata Ketua Umum Koperasi Pedagang Pasar Induk Cipinang Jakarta (Koppic Jaya) Zulkifly Rasyid kepada detikFinance, Sabtu (9/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi pemerintah nggak berani soal harga. Sekarang ini waktu panen harus pemerintah benar-benar bergerak cepat menyerap beras petani agar tidak impor. Tetapi yang menjadi masalah pemerintah mematok HPP Rp 7.300/kg dan itu terlalu rendah," sebutnya.
Ia meminta, Bulog harus berani memutar otak dan lebih giat untuk menjemput bola beras petani. Bila cara-cara ini tidak dilakukan maka stok beras yang dimiliki Bulog tidak mencukup kebutuhan dan harga merangkak naik.
"Takutnya kecolongan lagi (harga beras naik)," katanya.
(wij/rrd)











































