Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian (Kementan), produksi GKG pada Januari 3.190.494 ton, Februari 6.703.402 ton, Maret 12.233.883 ton, April 9.375.360 ton, dan Mei diperkirakan sebesar 6.414.720 ton.
Menurut Dirjen Tanaman Pangan Kementan Hasil Sembiring, produksi gabah nasional masih sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Bahkan bila dihitung dari proyeksi realisasi sampai Mei 2015, diperkirakan mencapai 37 juta ton GKG atau 51% dari target.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil Sembiring mengatakan pihaknya memprediksi target 73,5 juta ton GKG bisa terealisasi hingga akhir tahun ini.
“Perkiraan kita juga berdasarkan musim tanam dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) yang melaporkan tidak ada musim El Nino. Setelah musim panen selesai juga masih ada panen padi lagi hingga Desember, selain itu ada penambahan produksi setelah perbaikan banyak saluran irigasi,” jelasnya.
Sementara itu, untuk stok beras nasional, Kementan juga mengklaim stok beras dalam negeri aman hingga menjelang lebaran. Stok beras nasional selama 3 bulan terakhir pada Maret 6.877.889 ton, April 5.270.827 ton, Mei 3.606.356 ton.
“Artinya jika melihat produksi beras dan stok nasional saat ini, kita belum perlu impor,” katanya.
Menurutnya, keyakinan pihaknya berdasarkan ada tambahan lahan baru tahun ini, termasuk adanya perbaikan lahan irigasi.
"Kita masih optimistis swasembada beras. Ini berdasar hitungan luas area tanam yang ada dan penambahan 700.000 hektar per bulan setelah program yang sudah kita jalankan," kata Hasil.
(hen/hen)











































