Bertempat di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby, Jokowi mengatakan, Indonesia harus bersiap menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) yang mulai berlaku akhir 2015.
"Senang sekali siang hari ini dapat bertemu dengan Bapak-Ibu, saudara-saudara semuanya. Ternyata banyak juga warga kita yang ada di sini 1.200," ujar Jokowi, Selasa (12/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bisa itu menyerang terlebih dahulu jangan diserang dulu, menyerang dulu, ternyata di sini sudah ada yang menyerang terlebih dahulu, ini bagus sekali, supermarket juga nyerang, properti tadi juga sudah masuk, saya ini sangat bagus sekali ini dan industri juga masuk. Saya kira kalau sektor-sektor yang ada dari Indonesia sudah masuk gampang nanti kalau pengusahanya juga ikut masuk ke sebuah negara," tutur Jokowi.
Dia mengatakan, saat ini pelaku usaha di Indonesia sedang melakukan identifikasi soal produk-produk yang berdaya saing dan bisa masuk ke negara-negara di ASEAN.
Peluang barang dari Indonesia masuk ke Papua Nugini juga besar. Jokowi mengatakan, pemerintah Papua Nugini akan banyak mengimpor barang dari Indonesia karena harganya kompetitif dan lebih murah.
"Kalau daging dari Australia tidak apa-apa, orang Indonesia juga dari Australia kok. Sementara karena kita baru menyiapkan (sapi) di NTT dan beberapa perkebunan sawit," kata Jokowi.
Kemudian soal beras, Jokowi mengatakan dirinya menyiapkan pembangunan kawasan pertanian padi di Merauke. Ini dimulai dengan 1,2 juta hektar lahan, dan akan bertambah lagi 4,6 juta hektar.
"Kalau 4,6 juta hektar itu produksi seluruh Indonesia sekarang sama dengan produksi di satu tempat di Merauke, luar biasa besar sekali produksi bisa 60 juta ton padi lebih. Oleh sebab itu sebelum di sana selesai pasar-pasar harus dipersiapkan dulu," kata Jokowi.
"Saya kira lumbung padi bukan nasional, tapi dunia akan ada di Merauke. Saya pastikan itu akan dikerjakan oleh swasta dan BUMN berbarengan," tegas Jokowi yakin.
(dnl/hen)










































