Ini Jurus Pemerintah Cegah Kenaikan Harga Beras Jelang Lebaran

Ini Jurus Pemerintah Cegah Kenaikan Harga Beras Jelang Lebaran

- detikFinance
Selasa, 12 Mei 2015 19:48 WIB
Ini Jurus Pemerintah Cegah Kenaikan Harga Beras Jelang Lebaran
Jakarta - Pemerintah akan menggelontorkan beras untuk masyarakat miskin (raskin) lebih cepat dari seharusnya. Hal ini sebagai langkah untuk menjaga kestabilan harga beras menjelang Lebaran pada pertengahan Juli 2015.

"Kita akan salurkan raskin lebih awal. Jadi yang bulan Juni ditarik ke Mei. Jadi Mei menjadi dua kali," kata Menko Perekonomian Sofyan Djalil di kantornya, Jakarta, Selasa (12/5/2015)

Jumlah raskin yang disalurkan pemerintah per periode/bulan adalah 220.000 ton dengan titik yang ditentukan nantinya sesuai kebutuhan. Sehingga saat masuk Juli, harga beras di pasar menjadi lebih terkendali dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penyaluran raskin lebih dini agar peredaran beras di masyarakat lebih banyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Raskin ini juga jauh lebih baik kualitasnya. Karena tidak ada lagi beras yang diputar-putar. Beras baru untuk masyarakat," tegasnya.

Selama ini raskin diberikan kepada 15,5 juta rumah tangga sasaran (RTS). Para penerima raskin hanya mengeluarkan Rp 1.600/Kg untuk menebus beras tersebut atau jauh lebih murah dari harga pasaran yang mencapai Rp 9.000/Kg.

Sofyan menambahkan, pasokan beras di gudang-gudang Bulog mencapai 1,2 juta ton atau masih di bawah level ideal yang sebesar 2 juta ton. Meski demikian belum dapat dipastikan apakah akan dibutuhkan impor untuk pengadaan beras.

"Saya rasa sih impor, tapi nanti kita lihat lah. Kan masih nunggu serapan dari Bulog," kata Sofyan.

(mkl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads