Penanggulangan banjir dengan membangun bendungan merupakan langkah yang tepat. Karena, hal serupa sudah dilakukan oleh daerah lain yakni Semarang.
Di Semarang, Kementerian PUPR juga membangun bendungan yang berlokasi di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati yang dikenal dengan sebutan bendungan Jatibarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepanjang 1990-an, warga Semarang sering mengalami banjir. Puncaknya sekitar 1990 itu bahkan sampai menelan korban jiwa sampai 47 orang," tutur dia dihubungi detikFinance, Selasa (12/5/2015).
Di tangan ahlinya, komponen utama waduk yakni bangunan bendungan didesain memiliki Tinggi Bendungan 77 meter, Panjang Puncak Bendungan 200 meter, dan dilengkapi dengan luas area genangan 189 hektar, sehingga mampu menampung air hingga 20,4 juta meter kubik dari air Kali Kreo.
"Sistem drainase waduk Jatibarang dirancang akan mampu menyerap air hingga sebanyak 270 meter kubik per detik. Sehingga akan cukup mengurangi debit air ke kota Semarang," sebut dia.
Beroperasinya waduk ini diharapkan bisa menjadi stimulus percepatan pembangunan waduk penanggulangan banjir di wilayah lain, seperti yang saat ini juga dilakukan di ibu kota DKI Jakarta.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melanjutkan proyek Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi sebagai salah satu proyek penanganan banjir di Jakarta.
Dua waduk ini nantinya akan memiliki kapasitas penampungan air hingga 11,8 juta meter kubik, dan 2,4 juta meter kubik dan mengurangi volume air di sungai Ciliwung yang menuju Jakarta
Pembangunan Bendungan ini sempat dikabarkan batal, lantaran terkendala pembebasan lahan. Biaya pembebasan lahan yang dipatok oleh masyarakat yang terdampak pembangunan bendungan dinilai terlalu mahal.
Bendungan Ciawi direncanakan akan berdiri di atas lahan seluas 107,3 hektar. Sementara Bendungan Sukamahi sekitar 24,3 hektar. Luas lahan tersebut sudah termasuk tapak Bendungan dan area genangan atau waduk
Tapi sekarang proyek dua bendungan dilanjutkan. Saat ini sedang dalam tahap pembuatan detil desainnya oleh Kementerian PUPR.
(dna/dnl)











































