Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, dengan kondisi rupiah yang terus berfluktuatif seperti saat ini, tidak ada alasan Indonesia untuk bisa bersantai-santai. Perlu kerja keras agar nilai tukar menjadi lebih baik.
"Tidak ada alasan bersantai-santai dalam kondisi rupiah yang masih volatile," tegas dia dalam seminar ekonomi Strategi Mewujudkan Arsitektur Sistem Keuangan dan Perbankan Nasional yang Tangguh, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (13/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka khawatir ini menghambat, dolar makin super dan makin mahal, daya saing ekspor mereka mahal. Sementara ekspor harus bersaing dengan berbagai negara, konteksnya tidak mudah. Jadi gejala super dolar bukan hanya ke negara lain tapi paling penting buat AS sendiri," jelas dia.
Jadi, kata Bambang, The Fed tidak akan menaikkan suku bunganya terlalu tinggi. Ini untuk menjaga agar dolar AS tidak terlalu mahal.
"200 bps masih dalam pemikiran mereka, tapi nggak terlalu lama akan dilakukan. Apa pun yang akan dilakukan akan berdampak ke emerging market termasuk Indonesia," kata dia.
Bambang menambahkan, untuk menjaga sistem keuangan Indonesia tetap terjaga, pihaknya dengan berbagai instansi yang terkait akan melakukan berbagai antisipasi dengan terus memantau kondisi ekonomi global.
"Kami melalui FKSSK selalu memantau ekonomi global, dan memastikan keuangan kita bisa berjalan baik," tandasnya.
(drk/ang)











































