Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengusulkan 3 provinsi menjadi percontohan dalam hal pembangunan di kawasan Indonesia Timur. Tiga provinsi tersebut adalah Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku.
Ketua Bidang Investasi Banking, Finance, dan Pengembangan Usaha Kadin Indonesia Timur βReza V Maspaitella menuturkan, ketiga provinsi tersebut sudah memiliki potensi yang besar di sektor perikanan, peternakan, dan pertanian.
"Nanti ada 3 wilayah percontohan. Nanti akan ada sebuah kawasan terpadu di sektor riil yang cocok dengan Indonesi Timurβ, untuk perikanan, peternakan dan pertanian," tutur Reza di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
β"Peternakan di sana mulai inseminasi (pembibitan) lalu penggemukan, penyuntikan. Kebetulan ada beberapa perusahaan yang sudah berbicara. Ada investor dari Eropa yang berminat. Investasinya saya kira lebih dari US$ 10 juta,"β tutur Reza.
Investor dari Australia pun berminat untuk berinvestasi di sektor ini, saat ini Australia menjadi eksportir sapi terbesar ke Indonesia. Namun, investor dari Australia dan Eropa belum menyebutkan secara rinci mengenai program kerja sama.
"Dalam tahun ini semoga bisa deal, kita lihat siapa yang duluan," katanya.
Di sektor pertanian, Kadin mengusulkan agar provinsi Sulawesi Selatan menjadi percontohan dalam percepatan pembangunan di kawasan Indonesia Timur.
"Di sana kan banyak produk pertanian seperti cokelat dan kedelai. Nanti sebelum hari H (25 Mei 2015), Kadin akan berbicara dengan Pemda untuk menentukan satu kawasan (di Sulawesi Selatan)," katanya.
Ketiga adalah Provinsi Maluku, yang kaya akan potensi perikanan laut. Di Maluku, sudah ada investor dari Negeri Kincir Angin, Belanda yang berminat untuk berinvestasi membangun sebuah sistem pelelangan ikan elektronika. Sehingga, pelelangan hasil ikan di Maluku bisa dijangkau hingga ke seluruh dunia.
Ketiga provinsi tersebut diusulkan Kadin kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi percontohan, dalam program percepatan pembangunan Indonesia Timur. Jokowi dijadwalkan akan meluncurkan pencanangan percepatan pembangunan Indonesia Timur dalam Trade and Investment Forum yang diadakan di Hotel Borobudur βJakarta pada 25 Mei 2015.
"Nanti akan ada kick off dari Presiden dalam mencanangkan program pencanganan Indonesia Timur. Beliau akan hadir membuka dan meresmikan trade invetment forum. Dan dilanjuti penandatanganan berapa kerjasama konkret, baik itu pemda dengan swasta nasional atau asing, atau kemitraan swasta nasional dengan lokal atau asing," paparnya.β
Dalam acara tersebut, investor-investor dari swasta dalam negeri atau luar negeri juga pengusaha nasional dari swasta atau BUMN bakal berkumpul untuk mengikuti forum percepatan investasi di Indonesia Timur. Selain untuk mempromosikan potensi Indonesia Timur, acara tersebut juga bakal diisi dengan diskusi panel yang melibatkan pemerintah juga pelaku usaha.
"Kami tidak akan membicarakan hal program atau ide tapi akan bicara pada hal konkret apa yang harus dicari solusinya. Agar supaya investasi bisa masuk menunjang percepatan di Indonesia Timur," katanya.
(zul/hen)











































