World Economic IMF merevisi pertumbuhan ekonomi dunia hanya di angka 3,1% di tahun ini, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya di level 3,6%.
Lantas, adakah rencana pemerintah merevisi target pertumbuhan ekonominya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pertumbuhan ekonomi yang melambat, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga terus tertekan.
Namun, kondisi ini dinilai Bambang sebagai kondisi sementara. Ke depan, rupiah akan kembali stabil.
"Ya sementara itu (rupiah melemah), melihatnya itu gejala sementara. Ya penguatan dolar," katanya.
(drk/ang)










































