Jokowi Ingin Gabung 'Bank Dunia' Versi China, Ini Kata Pengusaha

Jokowi Ingin Gabung 'Bank Dunia' Versi China, Ini Kata Pengusaha

- detikFinance
Kamis, 14 Mei 2015 14:50 WIB
Jokowi Ingin Gabung Bank Dunia Versi China, Ini Kata Pengusaha
Jakarta - Untuk mencari alternatif pendanaan infrastruktur, pemerintah berencana bergabung dengan 'Bank Dunia' bikinan China atau Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Infrastruktur Iwan Darmawan Hanafi mengungkapkan, rencana pemerintah ikut serta menjadi anggota AIIB memang bisa meningkatkan posisi tawar Indonesia pada lembaga-lembaga donor dunia lainya seperti Bank Dunia, Islamic Development Bank (IDB), dan International Monetary Fund (IMF).

"Jadi alternatif sumber pembiayaan tambahan di bidang infrastruktur. Sekaligus meningkatkan posisi tawar dengan lembaga keuangan yang telah lama ada," kata Iwan, ditemui di Indonesia Infrastructure Forum di Kemayoran, Kamis (14/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, kata Iwan, seharusnya pemerintah berkaca pada pengalaman sebelumnya dengan lembaga donor yang mendikte Indonesia dalam proyek infrastruktur.

"Ini berpeluang untuk terjadi kembali kalau melihat pengalaman dengan Jepang dan Bank Dunia, juga proyek-proyek yang didanai China akhir-akhir ini," terangnya.

Jika benar-benar bergabung dengan AIIB, pemerintah harus memposisikan bank bentukan Negeri Tirai Bambu ini sebagai lembaga pembiayaan murni.

"Dana dari luar, tapi pembangunan dari perencanaan hingga implementasi harus dikendalikan sendiri," katanya.

"Tidak ada intervensi dan persyaratan yang boleh diajukan oleh AIIB kecuali membayar kembali utang Indonesia. Kalau tidak bisa lebih baik tidak usah bergabung. Kan bisa maksimalkan utang domestik seperti dari SBN," imbuhnya.

Alternatif lainya, pemerintah seharusnya sudah membentuk bank infrastruktur untuk mendanai proyek-proyek besar yang selama ini lebih banyak dari utang bilateral.

"Pemerintah ini lama, kita sudah usulkan dari 3 tahun yang lalu. Sampai sekarang belum juga ada tindak lanjut," ujar Iwan.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads