Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menyebutkan hampir semua harga barang yang diekspor turun. Paling signifikan terlihat pada kelompok mesin dan peralatan listrik, furnitur, batu bara, minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO), hingga tekstil.
"Barang-barang ini kan sebenarnya produk andalan ekspor Indonesia," ujar Sasmito Hadi Wibowo di kantor pusat BPS, Jakarta, Jumat (15/5/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin turunnya nggak besar, tapi ini untuk menjaga pasar. Supaya pembeli nggak kabur,"terangnya.
Sedangkan produk batu bara dan CPO, harus terpaksa diturunkan, karena gejala penurunan permintaan di pasar global. Terutama dari Tiongkok yang merupakan importir batu bara dan CPO terbesar dari Indonesia.
"Ya memang kena dua kali, harga komoditas jatuh, terus terpaksa dijual murah juga karena permintaan menurun," papar Sasmito.
(mkl/hen)











































