Ini Strategi Mendag Gobel Hadapi Perang Harga dan Murahnya Barang dari China

Ini Strategi Mendag Gobel Hadapi Perang Harga dan Murahnya Barang dari China

- detikFinance
Sabtu, 16 Mei 2015 12:45 WIB
Ini Strategi Mendag Gobel Hadapi Perang Harga dan Murahnya Barang dari China
Jakarta - Pada saat ini, perekonomian global tengah lesu. Kondisi tersebut memicu terjadinya perang harga dengan tujuan menjaga barang ekspornya tetap laku. Negara seperti China hingga Korea Selatan berani 'banting harga' produknya. Bagaimana strategi Indonesia?

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan, murahnya barang asal China akan diselidiki. Apakah barang-barang tersebut disubsidi oleh pemerintahnya. Bila ini terjadi, maka China melanggar aturan World Trade Organization (WTO) dan bisa digugat.

Meski begitu, Indonesia menurut Gobel, tidak perlu mengambil tindakan membanting harga produknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tidak perlu banting harga tapi kualitas ditingkatkan. Toh barang-barang kita banyak diminati di negara-negara lain," jelas Gobel di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (16/5/2015).

Gobel mengatakan, pemerintah melakukan terobosan dan strategi menghadapi kondisi ini. Yaitu, melakukan market intelligence atau pengumpulan informasi di pasar internasional.

"Jadi kami mencari misalnya negara ini butuh barang apa. Sehingga kita tidak asal produksi, tapi kita tahu kebutuhannya apa. Lalu kami juga melakukan market intelligence produk China dijual ke mana saja," katanya.

Selama ini, ujar Gobel, China banyak mengimpor bahan baku dari Indonesia dan dijual lagi ke negara lain. "Daripada kita harus lewat China, bisa tidak kita ke negara yang membutuhkan langsung," ujar Gobel.

Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menyebutkan, hampir semua harga barang yang diekspor turun.

Penurunan paling signifikan terlihat pada kelompok mesin dan peralatan listrik, furnitur, batu bara, minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO), hingga tekstil. Ini akibat perang harga yang terjadi.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads