Mendag Gobel: Banyak Negara Iri dengan Indonesia

Mendag Gobel: Banyak Negara Iri dengan Indonesia

- detikFinance
Sabtu, 16 Mei 2015 14:11 WIB
Mendag Gobel: Banyak Negara Iri dengan Indonesia
Jakarta - Banyak negara berlomba-lomba membangun industri di Indonesia, karena peluang industrinya besar. Ditopang dengan jumlah sumber daya alam dan manusia yang melimpah.

"Kenapa negara lain termasuk Jepang mau berinvestasi ke Indonesia sejak 54 tahun lalu? Kita bisa tanya, pasti dia bilang Indonesia punya sumber daya alam, dan jumlah masyarakat yang menjadi pasar yang besar," ujar Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, dalam diskusi 'Tantangan dan Peluang Sektor Perdagangan' di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (16/5/2015).

Dengan peluang yang besar itu, Indonesia menjadi negara yang sempurna untuk menjadi negara industri. "Bahan baku di sisi produksi dan jumlah penduduk di sisi pasar sama-sama tersedia melimpah. Itu yang bikin negara lain iri dengan Indonesia," sambung dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayang peluang ini justru bertahun-tahun lamanya tak dilirik bangsa Indonesia sendiri. Sejak zaman dulu, bangsa Indonesia senang mengonsumsi barang impor. Kondisi ini menimbulkan efek berantai, yaitu semakin banyak pelaku usaha yang lebih senang menjadi pedagang, atau importir.

Namun demikian, lanjut Gobel, kondisi itu bukanlah akhir dari segalanya. Pemerintah masih bisa melakukan perbaikan. "Tidak cukup mengeluhkan masa lalu. Tapi bagaimana kita melakukan sesuatu saat ini untuk memperbaikinya," kata dia.

Namun untuk melakukan perbaikan, pemerintah membutuhkan dukungan dari masyarakat. Dukungan yang dimaksud bisa dimulai, dengan memberikan kepercayaan atas berbagai kebijakan pemerintah tersebut terutama di bidang industri dan perdagangan.

"Kenapa saya bilang butuh kepercayaan, karena industri dan perdagangan itu tidak bisa sekarang kita bangun besok akan butuh. Tapi kita harus melihat jangka panjang," kata dia.

"Waktu saya di Kadin (Kamar Dagang dan Industri), waktu saya masih menjadiβ€Ž pengusaha, saya pernah menyusun program apa saja yang harus dilakukan 5-10 tahun ke depan. Bagaimana di tahun 2030 Indonesia bisa menjadi negara industri yang kuat. Saat ini saya dipercaya menjadi menteri, dan akan saya jalankan rencana yang dulu pernah saya buat," sambung dia.

Selain kepada masyarakat luas, Gobel mengajak para pengusaha untuk tidak hanya berkeluh kesah atas kebijakan pemerintah tetapi juga memberikan kontribusi dengan melakukan langkah nyata terjun ke sektor produksi dan tidak hanya bermain di sektor perdagangan.

"Kalau jadi pengusaha hanya berkeluh kesah, buat apa jadi pengusaha. Harus punya kontribusi dong.β€Ž Jangan maunya hanya jadi pedagang, produksi juga dong. Kalau kebutuhan negara sendiri bisa dipenuhi di dalam negeri, Indonesia bisa jadi negara kuat," pungkas dia.

(dna/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads