Safri Burhanuddin, Deputi IV bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Maritim mengatakan, pemerintah pimpinan Joko Widodo (Jokowi) saat ini tengah gencar untuk meningkatkan pengelolaan kekayaan maritim.
"Laut halaman depan kita. Halaman depan kita jaga," kata Safri dalam Seminar Kemaritiman, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (18/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal adalah simbol kekuatan laut, sejak zaman Sriwijaya. Bahkan di abad XI, nusantara dikuasai lewat armada lautnya. Indonesia sangat kental dengan kekuatan maritim, namun sekarang sudah lama ditinggalkan.
Indonesia ingin kembali menjadi negara maritim yang kuat. Safri mengatakan, negara maritim adalah negara yang mampu memanfaatkan kekayaan lautnya untuk kemakmuran bangsa. Namun, Indonesia juga tidak bisa melupakan kekayaannya di daratan, khususnya dengan jejeran gunung berapi yang dimiliki.
"Cincin gunung api sepanjang Sumatera, cincin Mediterania, cincin Pasifik. Indonesia adalah pertemuan dua sabuk Mediterania dan Pasifik. Kita supermarket gunung api. Maka di samping ada gunung api, jadi subur. Tektonik membuat kaya mineral, kaya minyak bumi," kata Safri.
Bisakah Indonesia menjadi poros maritim seperti tekad Presiden Jokowi? Semua tergantung pengelolaan sumber daya alam yang ada.
(dnl/hen)










































