Jumlah Nelayan Berkurang 50%, Menteri Susi: Saya Merinding

Jumlah Nelayan Berkurang 50%, Menteri Susi: Saya Merinding

- detikFinance
Senin, 18 Mei 2015 14:28 WIB
Jumlah Nelayan Berkurang 50%, Menteri Susi: Saya Merinding
Jakarta - Hari ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan pers terkait kinerja sektor perikanan di dalam negeri. Datang bertongkat dan didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, Susi menjelaskan detil soal sektor perikanan selama 4 bulan pertama tahun ini.

Kepala BPS Suryamin mengungkapkan, ada sejumlah catatan di sektor perikanan seperti penurunan drastis jumlah nelayan tradisional. Menurut survei BPS hasil sensus 2003-2013, jumlah nelayan tradisional turun dari 1,6 juta menjadi 864 ribu rumah tangga. Sementara nelayan budidaya justru naik, dari 985 ribu menjadi 1,2 juta rumah tangga. Mendengar pernyataan Suryamin, lantas Susi bereaksi.

"‎Nelayan berkurang separuhnya, saya baru melihat Pak, merinding saya. Nelayan budidaya naik dari 985 ribu menjadi 1,2 juta, nelayan tradisional justru turun dari 1,6 juta menjadi 864 ribu‎," kata Susi di Gedung Mina Bahari I, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (19/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain merinding, Susi juga mengaku kaget atas hasil survei yang dilakukan BPS 10 tahun terakhir. Tidak hanya drastis turunnya jumlah nelayan, di dalam periode 10 tahun terakhir juga ada 115 perusahaan pengolahan ikan yang tutup.

"Saya kaget, saya hanya memperkirakan nelayan pintur (nelayan kepiting di Pulau Jawa) yang sudah tidak ada dan hilang. Itu drastis begitu besar satu hal yang itu mungkin kita harus aware," kata Susi yang menggunakan pakaian serba hitam.

Susi menegaskan, fenomena ini terjadi akibat praktik illegal fishing. Menurut Susi illegal fishing‎ memberikan dampak negatif yang cukup signifikan bagi negara Indonesia.

"Karena banyak illegal fishing, banyak nelayan meninggalkan profesinya selain itu ada 115 perusahaan UPI bangkrut dalam 10 tahun," terang Susi.

(wij/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads