Kepala BPS Suryamin mengungkapkan, ada sejumlah catatan di sektor perikanan seperti penurunan drastis jumlah nelayan tradisional. Menurut survei BPS hasil sensus 2003-2013, jumlah nelayan tradisional turun dari 1,6 juta menjadi 864 ribu rumah tangga. Sementara nelayan budidaya justru naik, dari 985 ribu menjadi 1,2 juta rumah tangga. Mendengar pernyataan Suryamin, lantas Susi bereaksi.
"Nelayan berkurang separuhnya, saya baru melihat Pak, merinding saya. Nelayan budidaya naik dari 985 ribu menjadi 1,2 juta, nelayan tradisional justru turun dari 1,6 juta menjadi 864 ribu," kata Susi di Gedung Mina Bahari I, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Senin (19/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kaget, saya hanya memperkirakan nelayan pintur (nelayan kepiting di Pulau Jawa) yang sudah tidak ada dan hilang. Itu drastis begitu besar satu hal yang itu mungkin kita harus aware," kata Susi yang menggunakan pakaian serba hitam.
Susi menegaskan, fenomena ini terjadi akibat praktik illegal fishing. Menurut Susi illegal fishing memberikan dampak negatif yang cukup signifikan bagi negara Indonesia.
"Karena banyak illegal fishing, banyak nelayan meninggalkan profesinya selain itu ada 115 perusahaan UPI bangkrut dalam 10 tahun," terang Susi.
(wij/dnl)











































